Oleh: deitcheu | September 26, 2008

MINAL AIDZIN WALFAIDZIN

Takbir bergema…
Kutahan air mata
Meski raga layu dan merapuh
Tekadku tetap menghadang badai

Sekian lama jiwaku pekat
terpenuhi segala kedustaan dan kebencian
selalu kututup rongga yang terbuka
kemunafikan di otakku
selalu benci dan benci

Bulan dan bintang mengiringiku
menghantarkan air mata
dengan segala ketakutan dan kekhilafan
membencimu, membenci kalian

Satu titik telah menetes
nafasku semakin tersekat
waktu terus mempermainkanku
mengujiku hingga aku bosan dan memaki

Kenapa aku?
kenapa aku yang harus membenci mereka?
kenapa bukan mereka yang membenciku?
Sejuta kebencianku dibalas dengan kasih sayang
ketulusan menanti penyesalan dariku
raga penuh kebencian

Mama, Papa
mencintaimu lebih dari sekadar kata-kata indah
air mataku hanya untuk kalian
sejuta penyesalan aku bawa yang pasti kalian terima
ketulusan dan keikhlasanmu akan kubalas
bersimpuh di kaki hingga seribu tahun

Mama, Papa
maafkan aku….
basuh aku dengan kasih sayangmu
air mataku hanya untuk kalian


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.