Takbir bergema…
Kutahan air mata
Meski raga layu dan merapuh
Tekadku tetap menghadang badai
Sekian lama jiwaku pekat
terpenuhi segala kedustaan dan kebencian
selalu kututup rongga yang terbuka
kemunafikan di otakku
selalu benci dan benci
Bulan dan bintang mengiringiku
menghantarkan air mata
dengan segala ketakutan dan kekhilafan
membencimu, membenci kalian
Satu titik telah menetes
nafasku semakin tersekat
waktu terus mempermainkanku
mengujiku hingga aku bosan dan memaki
Kenapa aku?
kenapa aku yang harus membenci mereka?
kenapa bukan mereka yang membenciku?
Sejuta kebencianku dibalas dengan kasih sayang
ketulusan menanti penyesalan dariku
raga penuh kebencian
Mama, Papa
mencintaimu lebih dari sekadar kata-kata indah
air mataku hanya untuk kalian
sejuta penyesalan aku bawa yang pasti kalian terima
ketulusan dan keikhlasanmu akan kubalas
bersimpuh di kaki hingga seribu tahun
Mama, Papa
maafkan aku….
basuh aku dengan kasih sayangmu
air mataku hanya untuk kalian
